logo logo

Pendakian bersama MAPALA “SMP” UNINDRA

Bulan ini, tepatnya tanggal 4-5 April 2009 saya sempatkan untuk mengikuti acara nanjak masal berasama Mapala Unindra, kebetulan saya gabung di tim yang beranggotakan teman-teman sendiri, targetnya adalah “Puncak Gede”, dan ditempuh selama 2 hari 1 malam, dan di ikuti oleh kurang lebih 50 orang, yang terdiri dari anak SMP, SMA, Mahasiswa, bahkan ada 1 ibu-ibu yang umurnya kurang lebih 35an dan untuk umum, termasuk nekat si ibu ini menurut saya.

Perjalanan dimulai dari kampus Unindra, jam 8.15 tanggal 4, dengan 2 kendaraan truk pengangkut pasukan TNI angkatan udara, dan berakhir di tanjanak kearah post Gn. Putri, sampai sana kurang lebih jam 11.10 an, acaranya adalah persiapan.

Perjalanpun dimulai, pada saat perjalanan ke alun-alun suryakencana saya sendiri sempat down karena kram dipaha yang terjadi tiba-tiba dan tidak diundang, perasaan saya udan pemanasan padahal, namun tidak menyurutkan semangat, saya tetap jalan menuju alun-alun, ditengah-tengah perjalanan bertemu dengan si Ibu panggil saja bu Ida dan anak SMP kelas 1 panggil saja Heni dan ternyata bu Ida sedang mendampingi Heni yang pada saat itu nafasnya tidak teratur yang mengakibatkan detak jantung melemah dan akhirnya kepala pusing-pusing. Akhirnya saya menemani mereka sambil meredakkan kram di paha, dan ada 2 swiper, kalau saya lebih suka memanggilnya tim penyapu, artinya tim yang bertanggung jawab dibarisan paling belakang.

Perjalanpun sempat tersendat, ada 1 orang mahasiswa Unindra, panggil saja Reni yang kram juga namun di betis kaki kanan dan kiri, ya… saya sendiri tau kalau kram itu pasti menyakitkan, pelan-pelan namun pasti akhirnya barisan saya yang paling belakang sampai di 2 tanjakan terakhir ke arah alun-alun, namun keadaan semakin memburuk, malam sudah datang, oksigen menipis, dingin pun ikut andil, yang terjadi adalah si Heni semakin parah, pucet dll, si Reni semakin kaku kakinya karena kedinginan, setidaknya melegakkan pada saat ada panitia yang menjemput dari arah alun-alun.

Saya sendiri cape banget, bukanya tujuan saya ikut acara ini makin enjoy malah kecapean bantu-bantu yang sakit di barisan belakang, termasuk jaket saya sendiri jadi korban dipinajam si Heni, mungkin itu yang disebut dengan kebersamaan, yang akhirnya sampai di alun-alun kebetulan 2 orang tim saya sudah diatas, dan sudah buka tenda, ngedeprok deh… sampai pagi jam 7 an baru bangun.

Ok deh… saya tidak akan menceritakan panjang lebar dari perjalanan bersama Mapala Unindra, namun ada beberapa point penting yang saya dapatkan dari acara ini, yang akhirnya dijudul ada terselip kata “SMP”, Hal-hal tersebut adalah :

[list=1]
[*] Acara ini adalah acara hajat organisasi “Mapala Unindra”, artinya ada panitia, yang harusnya semuanya sudah terorganisir, karena acara ini bersifat terbuka dan bukan aksi solideritas, karena peserta dipungut biaya sebesar  Rp. 70.000.
[*] Yang terjadi adalah peserta kurang siap, karena distribusi informasi pelaksanaan tidak mengena, seharusnya panitia memberikan informasi acaranya adalah “Nanjak” bukan “Camping” karena dua hal tersebut berbeda jauh, banyak peserta bahkan panitia “tidak membawa senter”, hal ini sangat riskan, kok bisa mereka itu berani nanjak dengan tidak membawa senter. Termasuk panitia, bahkan pada saat kearah turun 2 senter dari tim saya dipinjamkan ke panitia, karena panitianya tidak membawa senter. Bodohnya. Saya tidak menerima alasan dicaril lah, karena itu bukan alasan seorang penanjak.

[*] Tim P3K dan SAR = 0, kok mereka bisa yah mengadakan acara nanjak masal terbuka umum tanpa adanya tim SAR dan P3K, kalaupun ada P3K itu pengaruh dan manfaatnya hanya kurang dari 5%, lah wong salonpas aja kok nda ada, malahan lengkapan P3K milik tim saya, dari obat luar sampe dalam ada, yang saya sangat sayangkan banyak titik-titik penting yang harusnya disitu standbye panitia yang ternyata kosong, yang terjadi apa? banyak peserta yang down, bahkan sampai pingsan karena kelelahan, coba… bukannya malah santai tapi tersiksa.

[*] Perlengkapan-perlengkapan seperti tandu, penerangan yang harusnya ada, tim yang stanbye ngurusin peserta yang sakit, down bahkan sampai ada yang muntah-muntah, itu semua kembali ke peserta, acara cam mana ini, model acara seperti ini harusnya dikhsuskan untuk orang yang sering nanjak, atau sekalangan Mapala, bukan untuk anak SMP, SMA, bahkan Ibu-ibu termasuk pemula.

[*] Pada saat post pertigaan kearah cibereum, saya sempat istirahat, dan ada 1 panitia senior yang menggendong Reni dari atas, hingga pertigaan saya berada, apa pesan dia “Diatas ada yang ga bawa senter, tolong donk salah satu keatas” walaupun bukan nyuruh saya tapi matanya kearah saya.. dalam hati kecil “Saya juga cuape… main nyuruh aja”, harusnya di pertigaan itu ada petugas P3K yang stanbye, sedia makanan ringan minuman untuk peserta yang down, alhasil apa, persediaan minuman milik tim saya diambil juga. Tersiksa lagi…minuman terkombinasi air kelapa milik saya juga ludes untuk peserta yang down.

[*] Hujan yang tiada henti membuat suasana semakin dingin, sampai-sampai ada 2 panitia yang kerjanya ngabsen, ngabsen saja 2 orang, setelah saya tanyai, itu ada tim P3K nda buat Reni? dia jawab “Ada baru dikirim”, kok baru dikirim, bukannya stanbye.

[*] Seharusnya jika panitia terdiri dari banyak orang, dibagi beberapa tim, ada tim penyapu, tim P3K, tim pendamping, tim SAR, dan panitia tidak usah semuanya ikutan nanjak sama seperti peserta, karena acara ini “Hajat”, tugas panitia adalah “Bagaimana supaya acara lancar dan perserta menikmati perjalanan”, terkecuali pesertanya Mapala yang terbiasa nanjak.

[*] Sepulang dari nanjak pada saat di angkutan, suasana bau baju basah, keringat, dan bau-bau nda jelas… kenapa penanjak itu identik dengan itu, kalo angkutan atasnya terbuka seperti truk masih ok, udara cepat lewat, bayangkan kalo truknya tertutup dan udara murni dari belakang, yang terjadi adalah ada peserta muntah” dll, sekali lagi bukan menikmati tapi menyiksa, 1 angkutan standarnya dinaiki 22 orang, terdiri dari 1 baris kursi kanan dan kiri, kalaupun ada panitia pendamping harusnya maksimal 3 orang, lah ini… panitia ikut semua, barisan tengah disini 8 orangan, persis sama angkutan umum jurusan Bekasi – Pulo Gadung, penuh sesak, baunya ga jelas… ah… wth… yang paling kasihan si Ibu yang kebetulan bareng 1 angkutan, sudah badan sakit-sakit, lemes, duduk sesak-sesakan. Dalam hati kecil saya “Kenapa si Ibu ga duduk di depan saja ya, panitia kumpret”.

[*] Untung ada beberapa panitia yang benar-benar tanggung jawab, misal Deni yang menemani si Ibu turun dengan setianya, kalau nda ada Deni… entah… saya tidak bisa membayangkan, perjalanan yang panjang, naik-turun, becek, bebatuan, gelap, dan hujan untungnya si Ibu bisa bertahan, salut saya untuk Ibu yang satu ini.
[/list]

Itulah yang saya maksudkan kenapa di judul tulisan saya kali ini ada kata-kata “SMP” karena kebanyakan peserta dilihat dari persiapan fisik, alat dll sama seperti mau “Camping”, bukan nanjak, dan panitia yang menanganggap acara ini bukan “Nanjak” tapi “Camping”, layaknya anak SMP, bagi anda yang ingin mengadakan acara semacam ini banyak faktor yang harus di siapkan dan diperhatikan, baca tulisan saya di: http://alan.web.id/index.php?go=blog&id=25 Nanjak bukan modal nekat, dan ah.. jalanin aja, ini urusan anak orang, apalagi umum, ngurusin nyawa orang, jangan main-main, sakit, jantung tidak kuat, jatuh dan terbentur, itu semua bisa menjadi jalan ke arah status UGD, siapa yang bertanggung jawab kalo hal semacam ini terjadi, pasti panitia kan?

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, tidak ada tujuan menjelek-jelekkan organisasi manapun termasuk Mapala Unindra, hal ini saya tulis karena tingkat kepentingannya tinggi, dan nyawa pastinya, bagi Mapala yang lain jangan sampai hal-hal semacam ini terjadi lagi, jadikan pelajaran yang bermanfaat.

Salam manis.
Alan.

bottom

2 Responses to “Pendakian bersama MAPALA “SMP” UNINDRA”

  1. Alan says:

    Hhe… halow bro Deni, wah ini yg gendong si ibu ya :) *two thumb* mantep… iya biar terkenal di google hhe… ya sekalian publikasi, iya buat masukan saja bro, kalo nama instansinya saya ganti kan nda kegoogle donk 😀 *salam kenal kembali dan salam lestari*

  2. Deni says:

    Sory bro kalu mau evaluasi, kami bisa terima dengan baik masukannya semoga ini bisa jadi pembelajaran buat kita panitia, segala kekurangn hanya milik kita dan kesempurnaan hanya milik Allah, anda Bebas berpendapat tapi tolong judul dan bahasan jgn nyebutin Merek Bro karna menyangkut intansi dan kami juga ga mau di promosikan hahahaha…spertinya Anda Ini Jago Merangkai kata2 tapi anda harus tau etika dalam Publikasi. Trim Anda Segan kami sopan, sory Ini Bahasan Udah 3 Tahun Lalu Dan Gw juga Udah Lulus dan bru tau dari Ade2an Gw. Thx salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

bottom