logo logo

Gede Pangrango yang malang

Rusak… Rusak… Rusak…,

3 kata itu yang gue garis bawahi malam ini, jujur dari SMP gue udeh demen yang namanya camping, tidur ditenda yang sedang diguyur hujan berselimut dingin dan kabut itu udah dari jaman SD malah kelas 6.

Pendakian gue ke Gunung Gede Pangrango (gepang) terakhir itu tahun kemarin 2012, tahun ini sama sekali gw belum kegepang, alasan kesibukan dan real life, walau jujur aja gw kangen kondisi alam disana, dingin dan sejuk, namun kemarin pas kesana, ada pemandangan yang ngga sedap, tumpukan sampah di alun-alun surya kencana yang sudah lumayan menggunung, akibat ulah orang-orang yang ngakunya pencinta alam, tapi malah merusak alam, bloon memang.

Gue pernah mengikuti beberapa komunitas yang katanya pencinta alam, namun realnya ngga seperti itu, yang ada malah merusak alam, mereka menyebutnya “penikmat alam”, kumpulan orang-orang goblog yang ngakunya demen sama alam tapi realnya malah merusak, contohnya habis makan roti bungkus plastiknya main buang saja, ngga mikir pake otak kapan itu plastik akan lebur dengan tanah.

Yah memang seperti itu kondisinya, jujur aja, jangankan bungkus roti, bungkus permen saja pamali gw buang kalo pas lagi mendaki, yg ada gue kantongin dan dibuang pas dah dibawah atau sudah sampai rumah, padahal jika memang mereka pencinta alam makan mereka hafal prinsip pencinta alam.

Jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan bunuh apapun kecuali waktu dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki”

Gue yakin mereka itu hafal, cuma tidak diterapkan oleh masing-masing individu.

Move dari kisah-kisah kumpulan orang goblog yang ngakunya pencinta alam tapi malah merusak alam, ini baru lagi dari TNGP GePang, gue dapatin2 foto kondisi terakhir di alun-alun surya kencana, yang isunya dipelur, gue bilang isu karena gue blm liat langsung kesana, ini foto-fotonya:

surken1

kalo diliat sepintas ini jalanan yang sudah landai, dari arah gunung putri ke alun-alun surken, dah dikit lagi, dan ini satunya:

surken2

dan yang ini gambar sepanjang jalan disurken.

Ironis melihat kelakuan-kelakuan bapak-bapak yang ngurusin TNGP, mana jiwa pencinta alamnya, memang masuk akal dibuat jalur spt itu, supaya memudahkan perjalanan menuju puncak maupun hanya di surken, tapi mereka tidak bijak sampai bikin peluran disekita surken

bottom

3 Responses to “Gede Pangrango yang malang”

  1. syam says:

    kapan ngejake mas.. mas… x_x

  2. syam says:

    waduh saya ga diajak2 nih mas padahal dah request x_x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

bottom