logo logo

Pandangan Islam tentang valentin’s day

Pada bulan Februari ini banyak anak muda atau ABG merayakan Valentine’s day. Banyak bookstore yang menyediakan kartu ucapan yangn berisi kata-kata romantis. Padahal jelas-jelas Valentine’s day bukan budaya islam melainkan di tumbuhkan oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Mengapa banyak umat islam turut merayakanya?
Sekilas Sejarah Valentine’s Day:
1. Pada masa Kaisar Constantin (280-337 M) yang merupakan kaisar pemeluk agama Nasrani pertama, Kaisar memberikan kesempatan kepada gereja untuk memberikan pengaruhnya. Pada masa ini Valentine’s day ditambahkan dengan pesan-pesan cinta yang di sampaikan para gadis lalu diletakan di jambangan dan diambil oleh pemuda setelah itu berpasangan-pasangan, berdansa dan diakhiri dengan tidur bersama lengkap dengan perzinaanya.

2. Valentine’s day merupakan upacara memperingati kematian Santo Valentino yang menikahkan sepasang muda-mudi padahal pada waktu itu pihak gereja melarang hal tersebut dengan alasan tentara bujangan jauh lebih berprestasi dibanding dengan yang sudah menikah. Lucunya pihak gereja setelah kematianya menobatkanya sebagai pahlawan yang melindungi orang bercinta.

3. Pada tahun 494 M dewan gereja yang di pimpin oleh Paus Galasium I mengubah acara tersebut menjadi upacara pembersihan dosa dan mengubah upacara Lupercalia dari tanggal 15 ke 14 Februari dan ditetapkan menjadi Valentine’s day untuk menghormati Santo Valentino.

Bertitik tolak dari uraian diatas dapat di simpulkan :

1. Valentine’s day berakar dari upacara keagamaan ritual Rumawi kuno untuk menyembah dewa mereka yang dilakukan dengan penuh kemusyrikan. 2. Valentine’s day juga merupakan upacara menyembah Dewa Lupercus yaitu dewa kesuburan pada masa kerajaan Romawi dan juga dihubungkan dengan penyembahan Dewa Faunus sebagai dewa alam semesta yang di tempatkan di bukit Falentine. 3. Upacara yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari tersebut pada tahun 496 M oleh Paus Galasium I diganti dengan 14 Februari. 4. Agar masyarakat dunia menerima hal itu disebarluaskan dengan dalih “Hari Kasih Sayang” yang kini telah tersebar diberbagai negeri yang mayoritas penduduknya Islam.

Jelas bahwa Valentine’s day merupakan budaya asing (non Islam). Mengikutinya berarti menghidupkanya dan melestarikan tradisi jahiliyah. Dan itu nyata-nyata bertentangan dengan syariat Islam.

Orang yahudi dan Nasrani memang tidak akan berhenti menjauhkan orang Islam dari Islam itu sendiri.

Firman Allah SWT :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka”. (Al-Baqoroh :120)

Sabda Rosululloh SAW :

“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia tergolong kaum itu”. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

HARAM HUKUMNYA BAGI UMAT ISLAM MERAYAKAN VALENTINE’S DAY !
WAHAI UMAT ISLAM. SADARLAH AKAN TIPU DAYA MEREKA. MARILAH KITA KEMBALI KEPADA AL-QUR’AN DAN AL-HADITS. SATUKAN BARISAN. JALIN UKHUWAH. CEGAH PERPECAHAN DAN GAPAI KEMENANGAN. ALLAHU AKBAR !!!

bottom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

bottom